ORGANISASI

Pentingnya Organisasi dalam Dunia Bisnis
Pengertian Organisasi :
§  Organisasi menurut Stoner adalah : suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
§  Organisasi menurut James D. Mooney adalah : bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
§  Organisasi Menurut Chester I. Bernard adalah : suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Ciri-ciri organisasi ialah:
-          Terdiri daripada dua orang atau lebih
-          Ada kerjasama
-          Ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
-          Ada tujuan yang ingin dicapai

Selain itu Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
-          Goals oriented (berorientasi tujuan)
-          Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
-          Structured activities
-          Technological system.

Tiga fungsi dari Struktur Organisasi untuk sebuah bisnis diantaranya:
1.      Menciptakan kesuksesan Visi dan Misi untuk bisnis, dengan memiliki Struktur Organisasi suatu organisasi dapat memprediksi kondisi dimasa mendatang melalui fungsi-fungsi yang ada. 
2.      Memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat pos – pos mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Sehingga dengan adanya struktur organisasi proses Man Power Planning akan menghasilkan fungsi-fungsi organisasi yang efektif. KeberadaanStruktur Organisasi mendorong untuk mendapatkan SDM yang capable. Bagi karyawan Struktur Organisasi menjadi panduan yang jelas dalam menjalani karir dan meningkatkan performansi kerja.
3.      Fungsi delegasi, keberadaan struktur organisasi yang jelas akan memudahkan dalam proses delegasi. Sehingga dapat diketahui dengan jelas siapa saja yang boleh mendelegasikan suatu tanggungjawab. Selanjutnya juga akan memudahkan dalam proses akuntabilitas atas tanggungjawab yang telah dijalankan.

Masalah Organisasi Makin Banyak yang Berhubungan dengan Perkembangan Bisnis
Permasalahan sering kali muncul pada suatu organisasi dan dituntut oleh anggotanya untuk melewati dan menyelesaikannya. Permasalahan yang kompleks sering terjadi pada perushaaan-perusahaan yang pada akhirnya secara tidak langsung menuntut seorang manajer untuk membuat keputusan.
Dalam memecahkan masalah, ada 3 jenias usaha yang harus dilakukan manajer yaitu :
1.      Usaha Persiapan
Untuk mempersiapkan manajer memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. 3 langkah persiapan tidak harus dilakukan secara berurutan, karena ketiganya sama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah yang dimaksud ialah :
a.       Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
b.      Mengenal sistem lingkungannya
c.       Mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan
2.      Usaha Definisi
Mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. Usaha Definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah). Usaha Definisi mencakup 2 langkah yaitu :
a.       Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem
b.      Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu
3.      Usaha Solusi / Pemecahan
Mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk meyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan. Usaha Solusi / Pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya. Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menibulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi pada konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.
Dari penjelasan diatas, dapat diketahui mengapa masalah organisasi makin banyak yang berhubungan dengan perkembangan bisnis karena untuk membicarakan suatu perkembangan dalam perusahaan, kita membutuhkan peran organisasi di dalamnya. Seperti misalnya da suatu masalah dalam perusahaan, baik manajer maupun karyawan yang lain harus bisa memecahkan masalah tersebut. Contohnya mengadakan rapat dari atasan hingga bawahan untuk membicarakan dan memikirkan solusi untuk memecahkan masalah yang ada.  Dan pada saat itu peran organisasi terlihat.
6 Bentuk Organisasi
1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

Memiliki ciri-ciri:
Ø  Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
Ø  Jumlah karyawan sedikit
Ø  Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
Ø  Belum terdapat spesialisasi
Ø  Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
Ø  Struktur organisasi sederhana dan stabil
Ø  Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
Ø  Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
         Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
·         Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
·         Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
·         Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
·         Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
·         Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
·         Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
·         Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
·         Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
·         Adanya penghematan biaya
·         Pengawasan berjalan efektif
        Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
o   Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
o   Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
o   Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
o   Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
o   Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
o   Kurang tersedianya saf ahli
2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORGANIZATION)


Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:

Memiliki ciri-ciri:
Ø  Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
Ø  Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
Ø  Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
Ø  Jumlah karyawan banyak
Ø  Organisasi besar, bersifat komplek
Ø  Adanya spesialisasi
            Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
·         Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
·         Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
·         Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
·         Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
·         Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
·         Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
·         Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
·         Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli


            Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
o   Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
o   Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
o   Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
o   Pimpinan lini mengabaikan advis staf
o   Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
o   Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
o   Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
o   Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

3.      ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORGANIZATION)

Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Memiliki ciri-ciri:
Ø  Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
Ø  Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
Ø  Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
Ø  Target-target jelas dan pasti
Ø  Pengawasan ketat
Ø  Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan menggunakan organisasi fungsional :
·         Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
·         Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
·         Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
·         Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
·         Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
·         Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
o   Pekerjaan seringkali sangat membosankan
o   Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
o   Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

 4.  ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORGANIZATION)

Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Memiliki ciri-ciri:
Ø  Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
Ø  Terdapat spesialisasi yang maksimal
Ø  Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

Kelebihan organisasi Lini dan fungsional :
·         Solodaritas tinggi
·         Disiplin tinggi
·         Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
·         Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

Sedangkan kelemahannya adalah :
o   Kurang fleksibel dan tour of duty
o   Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
o   Spesiaisasi memberikan kejenuhan

 5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORGANIZATION)

Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

Memiliki ciri-ciri:
Ø  Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
Ø  Jumlah karyawan banyak.
Ø  Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
v  Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
v  Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
v  Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORGANIZATION)

Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.

Organisasi komite terdiri dari :
1.     Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
2.     Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Memiliki ciri-ciri :
Ø  Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
Ø  Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
Ø  Asas musyawarah sangat ditonjolkan
Ø  Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
Ø  Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Keuntungan Organisasi komite :
·         Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
·         Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
·         Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

Sedangkan kelemahannya :
o   Proses decision making sangat lambat
o   Biaya operasional rutin sangat tinggi
o   Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab


Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerangka Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

AKUNTANSI, BIDANG AKUNTANSI, DAN LAPORAN KEUANGAN

Komparasi pencegahan korupsi pada negara Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia