Organizational Performance
NAMA : NADYA
KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
Building
Individual
Pengembangan pribadi meliputi segala
kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat
dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja,
meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian
dan cita-cita. Pengembangan pribadi dapat mencakup
kegiatan-kegiatan berikut :
·
Meningkatkan
kesadaran diri.
·
Meningkatkan
pengetahuan diri.
·
Meningkatkan keterampilan
atau mempelajari keterampilan baru.
·
Membangun atau
memperbaharui identitas/harga diri.
·
Mengembangkan
kekuatan atau bakat.
·
Meningkatkan
kesejahteraan.
·
Mengidentifikasi
atau meningkatkan potensi
·
Membangun
kinerja sumber daya manusia
The
Need Assesment Phase
Ada tiga tahap penilaian kebutuhan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, yaitu analisis organisasi, analisis
operasi dan analisa individu (Schuler, 1993).
1. Analisis Organisasi
Analisis organisasi
menentukan dimana pelatihan dapat dilakukan dan dimana atau di bidang apa
seharusnya dilakukan di dalam organisasi. Analisis ini memfokuskan pada
organisasi secara keseluruhan, antara lain mencakup analisis tujuan organisasi,
analisis sumber daya, analisis efisiensi, dan analisis iklim organisasi.
2. Analisis Operasi
Analisis operasi
menentukan bagaimana karyawan melakukan suatu pekerjaan. Tujuan analisis ini
adalah untuk menentukan apa yang seharusnya diberikan kepada karyawan agar karyawan
dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan tingkat yang ingin dicapai.
3. Analisis Individu
Analisis ini diperlukan
untuk mengetahui bagaimana kinerja setiap karyawan ketika melakukan pekerjaan.
Pada tahap ini kebutuhan pelatihan setiap karyawan ditentukan.
Competency
Based Training and Development
Istilah kompetensi berasal dari bahasa
inggris yang dikenal dengan sebutan competency,
competence, dan competent yang arti satu sama lainnya relatif sangat tipis. Competency merupakan kata benda dari competence yakni kecakapan. Competence selain berarti kecakapan dan
kemampuan juga berarti wewenang. Juga dapat diartikan sebagai keadaan yang
sesuai,memadai,atau cocok Dalam penggunaan dua kata itu sering rancu. Sedang
competent sebagai kata sifat yang berarti cakap, mampu, dan tangkas.
Dengan demikian kompetensi terdiri dari
beberapa jenis karakteristik yang berbeda yang mendorong perilaku, seklaigus
fondasi karakteristik. Kesemuanya kompetensi tersebut akan terbukti dalam cara
seseorang berperilaku di tempat kerja. Konsep kompetensi merupakan dasar dalam
perencanaan pelatihan. Oleh karena itu R.Pahlan dalam bukunya Competency Management: A Practicioner’s Guide, terjemahan, 2007),
menggali definisi kompetensi sebagai berikut :
·
Karakter dasar
diartikan sebagai kepribadian seseorang yang cukup dalam dan berlangsung lama.
Dalam definisi ini, karakter dasar mengarah pada motif, karakteristik pribadi,
konsep diri dan nilai-nilai seseorang.
·
Kriteria
referensi berarti bahwa komptensi dapat diukur berdasarkan standar atau
kriteria tertentu. Dapat diukur faktor-faktor pembentuk terjadinya kinerja
karyawan yang beragam (unggul, biasa, dan rendah). Dari faktor-faktor tersebut
kemudian dapat diprediksi kinerja seseorang. Misalnya angka penjualan yang
dilakukan seorang wiraniaga per satuan waktu.
·
Hubungan kausal
mengindikasikan bahwa keberadaan suatu kompetensi dan pendemonstrasiannya
memprediksi atau menyebabkan suatu kinerja unggul. Kompetensi-kompetensi
seperti motif, sifat dan konsep diri dapat memprediksikan ketrampilan dan
tindakan. Kemudian ketrampilan dan tindakan memprediksi hasil kinerja
pekerjaan. Jadi disitu ada maksud atau motif yang mengakibatkan sebuah tindakan
atau perilaku yang membuahkan hasil. Contohnya, kompetensi pengetahuan selalu
digerakkan oleh kompetensi motif, karakteristik pribadi, atau konsep diri.
Model kausal ini dapat diperjelas lagi melalui contoh berikut; kalau organisasi
tidak mengakuisisi atau mengembangkan kompetensi inisiatif bagi para karyawannya,
maka dapat diduga pekerjaan yang harus disupervisinya akan dikerjakan ulang dan
biaya untuk memastikan kualitas pelayanan akan meningkat.
·
Kinerja unggul
mengindikasikan tingkat pencapaian,misalnya dari sepuluh persen tertinggi dalam
suatu situasi kerja.
·
Kinerja efektif
adalah batas minimum tingkat hasil kerja yang dapat diterima. Ini biasanya
merupakan garis batas dimana karyawan yang hasil kerjanya di bawah garis ini
dianggap tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan tersebut.
The
Evaluation Phase
Evaluasi adalah proses identifikasi
untuk mengukur/menilai apakah sebuah kegiatan atau program dilaksanakan sesuai
perencanaan dan berhasil mencapai tujuan atau tidak. Evaluasi dilakukan dengan
membandingkan hasil akhir dengan apa yang seharusnya dicapai. Tahapan
evaluasi yang berlaku secara umum, yakni :
1.
Menentukan aspek yang akan dievaluasi
2.
Mendesain kegiatan evaluasi yang akan dilakukan
3.
Mengumpulkan data evaluasi
4.
Menganalisis dan
mengolah data
5.
Melaporkan hasil evaluasi
Referensi
Cline, Erik B., &
Pennie S. Seibert, “Help for First-Time Needs Assessors”, Training &
Development, May, 1993, hal. 99-101.
Harris, R. (2002).
Memahami pelatihan di tempat kerja. Terjemahan Getting to grips with.
https://salamadian.com/pengertian-evaluasi/
Komentar
Posting Komentar