Communication In The Human Resource Management and Productivity

 

NAMA            :           NADYA KHAVIRA PUTRI

NPM               :           26217746

KELAS           :           4EB10

Communication In The Human Resource Management

MSDM merupakan rangkaian pendekatan management secara sistematik dengan memanfaatkan manusia agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses Komunikasi dalam MSDM dapat berjalan dengan baik jika memperhatikan tahapan berikut :

1.      Pengirim Mempunyai Ide yang Ingin Disampaikan

Tahapan pertama adalah pengirim mempunyai ide ataupun pesan yang ingin disampaikan kepada penerima pesan. Ide yang disampaikan dapat terlahir karena suasana hati, latar belakang budaya, situasi, dan lain lain. Setiap sumber daya manusia memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan ide atau pesan. Begitu juga, penerima pesan juga memiliki persepsi dalam memaknai suatu pesan.

2.      Penyandian

Tahap selanjutnya adalah penyandian atau pengkoden ide. Ide atau pesan dapat diubah agar lebih mudah dipahami oleh penerima pesan. Pengirim pesan harus cermat agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima sesuai dengan tujuan pengirim agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3.      Saluran atau Media Komunikasi

Dalam suatu perusahaan, MSDM dapat menyampaikan pesan melalui berbagai media baik media komunikasi elektronik maupun media non – elektronik. Pesan atau ide tersebut dapat dikomunikasi baik secara tertulis maupun lisan. Penyampaian secara lisan lebih banyak digunakan karena lebih efekif dan lebih cepat. Namun, jika pesan lebih panjang, sebaiknya disampaikan secara tertulis agar tidak ada informasi yang hilang.

4.      Penerimaan Pesan

Pesan ataupun ide yang telah disampaikan akan sampai pada penerima pesan. Penerima dapat menerima pesan baik dengan cara membaca ataupun mendengar sesuai dengan bentuk pesan yang disampaikan pengirim.

5.      Penafsiran Pesan

Setelah pesan diterima dengan baik oleh penerima, maka tahapan selanjutnya adalah menafsirkan pesan. Penafsiran pesan berkaitan dengan pemahaman penerima terhadap pesan yang disampaikan. Hal ini sangat penting  dalam Managemen Sumber Daya Manusia, karena keberhasilan pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi efektif bergantung pada bagaimana pemahaman penerima pesan. Anda harus menghindari kesalahan dalam penafsiran pesan.

6.      Feed Back

Selanjutnya tahapan terakhir adalah umpan balik atau feedback. Feedback dalam proses komunikasi berkaitan dengan penafsiran pesan. Jika pesan dipahami dengan baik baik oleh penerima, maka akan timbul respon atau tanggapan oleh penerima. Oleh karena itu, jika pesan yang disampaikan tidak ada respon atau tanggapan oleh penerima maka bisa saja pesan sulit dipahami oleh penerima.

Proses komunikasi dalam MSDM sangat bermanfaat bagi perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Para petinggi perusahaan memiliki pilihan saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dalam rangka MSDM. Saluran komunikasi dalam rangka Managemen Sumber Daya Manusia dapat dilakukan secara :

a.       Saluran Komunikasi Formal

Saluran komunikasi dalam organisasi formal mengalir dalam 3 arah yaitu ke atas (interpretasi), ke bawah, dan horizontal. Komunikasi keatas biasanya untuk mendeskripsikan masalah yang serius karena ada kesulitan. Misalnya, saran perbaikan, laporan kerja, adanya keluhan dan perselisihan dan informasi mengenai financial serta akuntansi.

Sedangkan komunikasi kebawah biasanya dilakukan manager untuk implementas tujuan, instruksi pekerjaan , prosedur dan praktek. Komunikasi horizontal dilakukan dalam rangka penyelesaian masalah para anggota dalam departemen yang sama, koordinasi penyelesaian tugas bersama ataupun mengubah informasi di antara berbagai tim dan departemen.

b.      Saluran Komunikasi Informal

Komunikasi informal dapa dilakukan antar orang dalam organisasi dan biasanya tidak direncanakan. Perusahaan dalam rangka Managemen Sumber Daya Manusia, penyaluran komunikasi informal yang digunakan adalah managemen dengan berkeliling dan grapevine atau desas- desus. Managemen berkeliling oleh manager atau disebut juga management by wandering around (MBWA) dilakukan dengan berinteraksi baik secara langsung dengan karyawan atau pekerja.

 

Productivity

Pengertian Produktivitas menurut Daryanto (2012:41), Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan atau jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) untuk menghasilkan hasil tersebut.

Pengertian Produktivitas menurut Handoko (2011:210), Produktivitas adalah hubungan antara masukan-masukan dan keluaran-keluaran suatu sistem produktif. Dalam teori, sering mudah untuk mengukur hubungan ini sebagai rasio keluaran dibagi masukan. Bila lebih banyak keluaran diproduksi dengan jumlah masukan sama, produktivitas naik. Begitu juga, bila lebih sedikit masukan digunakan untuk sejumlah keluaran sama, produktivitas juga naik.

Pengertian Produktivitas menurut Sinungan (2000), produktivitas sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang-barang atau jasa) dengan masukan yang sebenarnya.

Faktor yang mempengaruhi produktivitas sebuah organisasi :

1.      Faktor Teknis

Faktor Teknis adalah faktor yang meliputi penentuan lokasi, tata letak dan ukuran pabrik atau mesin produksi yang tepat, penggunaan mesin dan peralatan yang benar, teknis penelitian dan pengembangan serta penerapan komputerisasi dan otomatisasi pada produksi yang bersangkutan. Jika perusahaan menggunakan teknologi terbaru dengan tepat, maka produktivitas akan semakin tinggi.

2.      Faktor Produksi

Faktor Produksi adalah faktor yang meliputi perencanaan, pengkordinasian dan pengendalian produksi, penggunaan bahan baku yang berkualitas baik serta penyederhanaan dan standarisasi proses produksi. Jika semua faktor produksi dapat berjalan dengan baik maka akan meningkatkan produktivitas.

3.      Faktor Organisasi

Faktor Organisasi adalah faktor berkaitan dengan jenis organisasi yang digunakan, pendefinisian dengan jelas  otoritas dan tanggung jawab setiap individu dan departemen serta pembagian kerja dan spesialitas terhadap pekerjaan yang dilakukan.

4.      Faktor Personil

Faktor Personil merupakan faktor yang secara langsung mempengaruhi Produktivitas sebuah organisasi. Individu atau tenaga kerja yang tepat harus ditempatkan di posisi yang tepat pula. Tenaga kerja yang lulus seleksi harus diberi pelatihan dan pengembangan yang tepat serta memberikan kondisi dan lingkungan kerja yang baik. Individu yang telah menjadi karyawan ini harus termotivasi dengan baik, baik secara finansial maupun motivasi non-finansial. Keamanan pekerjaan, kesempatan memberikan saran atau pendapat dan kesempatan untuk dipromosi juga secara langsung mempengaruhi produktivitas kerja suatu organisasi.

5.      Faktor Finansial (Keuangan)

Keuangan merupakan darah dari sebuah bisnis, oleh karena itu harus terdapat perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik terhadap keuangan atau modal kerja. Penggunaan modal atau pemborosan keuangan harus dihindari. Manajemen harus memperhitungkan dengan baik pengembalian atas modal yang mereka investasikan. Keuangan yang yang dikelola dengan baik akan meningkatkan produktivitas suatu perusahaan atau organisasi.

6.      Faktor Manajemen

Suatu manajemen yang bersifat ilmiah, profesional, berorientasi masa depan, tulus dan kompeten akan secara positif mempengaruhi produktivitas organisasinya. Manajemen yang dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan biaya terendah, menggunakan teknik produksi terbaru, memberikan lingkungan kerja yang baik dan selalu memotivasi karyawannya akan secara signifikan meningkatkan produktivitas organisasinya.

7.      Faktor Pemerintah

Peraturan dan Kebijakan pemerintah seperti peraturan ketenagakerjaan, kebijakan fiskal yang meliputi suku bunga dan perpajakan akan sangat berpengaruh pada produktivitas suatu organisasi. Manajemen organisasi yang memiliki pengetahuan tentang peraturan dan kebijakan pemerintah serta menjaga hubungan yang baik dengan pemerintah akan dapat meningkatkan produktivitas organisasinya.

8.      Faktor Lokasi

Produktivitas kerja suatu organisasi juga sangat tergantung pada lokasi dimana organisasi tersebut berada. Faktor lokasi tersebut diantaranya seperti fasilitas infrastruktur, kedekatan dengan pasar, kedekatan dengan sumber bahan baku, tenaga kerja yang terampil dan lain-lainnya.

 

Planning Productivity and Quality Intervention

Planning productivity adalah proses perencanaan terhadap produktifitas berupa penetapan target kinerja dan perencanaan terhadap perbaikan kinerja yang telah dilaksanakan. Sedangkan Quality intervention adalah intervensi manajemen SDM adalah jenis intervensi yang berfokus pada perubahan dalam kebijakan dan sistem manajemen SDM. Sistem perencanaan karir, sistem kompensasi, sistem penghargaan, merubah budaya organisasi.

 

 

 

 

 

Referensi

https://pakarkomunikasi.com/proses-komunikasi-dalam-msdm

https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-produktivitas-productivity-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-produktivitas/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerangka Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

AKUNTANSI, BIDANG AKUNTANSI, DAN LAPORAN KEUANGAN

Komparasi pencegahan korupsi pada negara Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia