Perencanaan dan Pengembangan Karir
NAMA : NADYA
KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
Pengertian, Ruang Lingkup, dan Langkah-langkah Terkait
Karier, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Karier
Karir adalah
suatu rangkaian perilaku dan sikap yang berhubungan dengan pengalaman maupun
aktivitas kerja selama rentang waktu pada kehidupan seorang individu serta
merupakan rangkaian aktivitas kerja berkelanjutan.
Perencanaan karir
adalah proses dimana seorang individu dapat menidentifikasi maupun mengambil
langkah-langkah dalam mencapai tujuan karirnya. Melalui perencanaan karir ini
nantinya setiap individu dapat menevaluasi kemampuan maupun minat yang
dimilikinya, lalu supaya dapat mempertimbangkan karir pilihannya, memilih karir
alternatif, menyusun tujuan karirnya dan lain-lain. Perencanaan
sebuah karir juga merupakan perencanaan mengenai kemungkinan seorang pegawai,
anggota organisasi maupun seorang individu untuk meniti proses kenaikan pangkat
atau jabatan sesuai dengan syarat-syarat jabatan tersebut dengan kemampuannya.
Ruang
lingkup perencanaan karier menurut Martoyo (1996) dan Samsudin (2010:134-135) mencakup
hal-hal sebagai berikut :
a.
Perencanaan
jenjang jabatan atau pangkat karyawan.
b.
Perencanaan
tujuan organisasi atau perusahaan.
Proses atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk
menyusun rencana karir terdiri atas hal-hal berikut ini :
a.
Menilai Diri Sendiri
Hal utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami
diri sendiri. Mengenali peluang-peluang, kesempatan-kesempatan,
kendala-kendala, pilihan-pilihan, konsekuensi-konsekuensi, keterampilan, bakat
dan nilai berhubungan pada kesempatan karir.
b.
Menetapkan Tujuan Karir
Setelah orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat
pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapat
diidentifikasi dan kemudian dibentuk.
c.
Menyiapkan Rencana-Rencana
Rencana tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk
mencapai tujuan karir.
d.
Melaksanakan Rencana- Rencana
Untuk mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim
organisasi yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak
semua tingkatan dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan
karir mereka.
Pengembangan karir dapat
diartikan sebagai kegiatan kepegawaian guna membantu para pegawai
merencanakan karir masa
depan di tempat mereka bekerja. Sehingga pegawai yang bersangkutan dan juga
pihak perusahaan bisa mengembangkan diri secara optimal.
Informasi dan Konseling Pada Perencanaan Karier dan
Pengembangan Karier
a.
Informasi karier
Adanya
informasi/penjelasan yang lengkap tentang perencanaan karier bagi para anggota
organisasi/karyawan memudahkan anggota organisasi untuk mengetahui ketentuan,
persyaratan, jenjang/arah karier dalam organisasi. Pemberian informasi karier
dapat dilakukan melalui ceramah, pidato pengarahan, surat edaran, lokakarya,
seminar, social meeting, dan sebagainya.
b.
Konseling karier
Menurut T. Hani
Handoko, pembimbing karier perlu menyadari bahwa karier merupakan bagian dari
rencana hidup seseorang sehingga rencana karier yang ditetapkan seharusnya
adalah bagian integral dari rencana hidupnya. Sehingga perlu adanya bimbingan
karier untuk penilaian pribadi dalam suatu organisasi. Penilaian pribadi
tersebut meliputi minat, bakat, kemampuan, motivasi, semangat, ketrampilan, dan
moral seseorang.
Manfaat Perencanaan dan Pengembangan Karier
Dengan
adanya perencanaan karier, maka perusahaan mendapatkan manfaat sebagai berikut :
- Mendorong pertumbuhan, dengan
perencanaan karier yang baik akan bisa mendorong semangat kerja karyawan
untuk tumbuh dan berkembang sehingga motivasi karyawan bisa terpelihara.
- Menurunkan tingkat perputaran
karyawan, dimana perhatian terhadap karier individual dalam perencanaan
karier yang sudah ditentukan akan bisa meningkatkan loyalitas pada
perusahaan tempat mereka bekerja, dengan begitu dapat memungkinkan
menurunkan tingkat perputaran karyawan.
- Memberikan informasi kepada
individu dan organisasi yang baik tentang jalur potensial karier di dalam
sebuah organisasi.
- Memenuhi kebutuhan-kebutuhan
organisasi akan sumber daya manusia di masa mendatang.
- Menyediakan fasilitas bagi
penempatan internasional, organisasi global memakai perencanaan karier
untuk membantu mengidentifikasikan serta mempersiapkan penempatan di luar
negeri.
- Mengembangkan pegawai yang bisa
dipromosikan, dengan perencanaan karier maka dapat membantu membangun
penawaran internal atas bakat yang bisa dipromosikan untuk mempertemukan
dengan lowongan yang disebabkan oleh masa pensiun, berhenti bekerja dan
pengembangan.
- Membuka jalan untuk karyawan yang
potensial, dengan perencanaan karier maka akan memberikan keberanian
kepada karyawan untuk melangkah lebih maju (kemampuan potensial mereka),
karena mereka memiliki tujuan karier yang spesifik, tidak hanya
mempersiapkan pekerja untuk lowongan di masa depan.
- Dapat menciptakan keanekaragaman
angkatan kerja, pada saat mereka diberikan bantuan perencanaan karier,
pekerja dengan latar belakang yang berbeda bisa belajar mengenai
harapan-harapan organisasi untuk pertumbuhan sendiri serta pengembangan.
- Membantu pelaksanaan
rencana-rencana kegiatan yang sudah disetujui, dengan perencanaan karier
bisa membantu anggota kelompok supaya siap untuk jabatan-jabatan penting,
persiapan ini dapat membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan yang
sudah disetujui.
- Untuk mengurangi kelebihan, dengan
perencanaan karier bisa membuat karyawan, manager serta departemen sumber
daya manusia menjadi lebih berhati-hati atas kualifikasi karyawan,
mencegah manager yang mau menang sendiri dari pembatasan sub-ordinate
kunci.
Rewarding
Employees
Reward karyawan
merupakan bagian dari kompensasi dan benefit yang diberikan oleh perusahaan
untuk menarik dan mempertahankan para top talent. Pemberian reward juga
dapat meningkatkan retensi, sehingga karyawan semakin loyal pada perusahaan. Reward adalah
penghargaan kepada karyawan yang dapat berupa uang atau barang (natura), maupun
bentuk lain yang ditujukan untuk meningkatkan kebahagiaan karyawan. Dengan
merasa dihargai, karyawan akan betah menjadi bagian dari tim dan organisasi
perusahaan.
Ada
banyak jenis reward untuk karyawan, namun secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu intrinsic reward dan extrinsic
reward. Kedua jenis penghargaan tersebut sama-sama dapat meningkatkan
kepuasan karyawan, namun berbeda bentuknya.
Intrinsic
reward merupakan imbalan
karyawan yang berasal dari pekerjaan itu sendiri. Reward ini
tidak berupa uang atau benda, melainkan kepuasan atas pekerjaan dan
tanggung jawab yang berhasil diselesaikannya atau kebanggaan menjadi bagian
dari organisasi perusahaan yang punya reputasi. Reward intrinsik dapat berupa hal kecil tapi
berdampak besar, seperti pujian atau pengakuan atasan terhadap kinerja karyawan
di depan rekan-rekan kerjanya.
Extrinsic
reward adalah
penghargaan yang diterima karyawan dari luar pekerjaan, yang diberikan oleh
atasan atau pimpinan perusahaan. Umumnya, reward ini bersifat
bendawi (tangible) dan berbentuk uang atau barang, seperti tunjangan,
bonus karyawan, pembagian laba perusahaan, kenaikan gaji, promosi jabatan,
hadiah, atau fasilitas lain. Reward jenis ini sifatnya dapat dinikmati secara
langsung oleh karyawan, misalnya karyawan memperoleh bonus sebagai penambah
penghasilan, atau karyawan menikmati fasilitas ruang kerja dan suasana kantor
yang nyaman. Begitu juga dengan promosi, karyawan menikmati posisi baru,
tanggung jawab baru, dan gaji baru. Extrinsic reward yang paling umum diberikan perusahaan adalah
bonus dan insentif karyawan.
Referensi
http://www.pengertianku.net/2015/11/pengertian-karir-dan-contohnya-secara-umum.html
http://anapriyangga.blogspot.com/2010/09/perencanaan-dan-pengembangan-karir.html
https://agamns.wordpress.com/2019/11/11/perencanaan-dan-pengembangan-karier/
Komentar
Posting Komentar