Job Analysis
NAMA : NADYA
KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
Job Analysis
Metode, Ruang Lingkup, dan Tujuan
Analisis Pekerjaan
Menurut Bedjo Siswanto
(2003:37) Analisis pekerjaan adalah “Suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mendapatkan gambaran mengenai unsur-unsur dan tugas-tugas yang terkandung dalam
jabatan”. Analisis Pekerjaan adalah eksplorasi yang
sistematis, mempelajari dan mencatat tanggung jawab, tugas, keterampilan,
akuntabilitas, lingkungan kerja, dan persyaratan kemampuan pekerjaan tertentu.
Analisis pekerjaan juga melibatkan menentukan kepentingan relatif dari tugas,
tanggung jawab dan keterampilan fisik dan emosional untuk pekerjaan yang
diberikan.
Terdapat tiga metode yang biasanya digunakan dalam
Analisis Jabatan atau Analisis Pekerjaan ini. Ketiga Metode Analisis Jabatan
tersebut diantaranya :
1.
Metode
Observasi (Observation Method)
Pada metode analisis
jabatan yang menggunakan observasi ini, seorang analis jabatan (orang yang
melakukan analisis jabatan) mengamati seorang karyawan dan mencatat semua
tugasnya baik yang dilakukannya maupun yang tidak dilakukannya, tanggung jawab
maupun bukan tanggung jawabnya, keterampilan yang dibutuhkan, metode atau cara
digunakan untuk melakukan tugas serta kemampuan dan mental atau emosional yang
dibutuhkan untuk menangani tantangan dan risiko.
2.
Metode
Wawancara (Interview Method)
Wawancara adalah metode
pengumpulan data dan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan langsung
kepada karyawan. Pada umumnya, terdapat tiga jenis wawancara yaitu wawancara
individual yaitu wawancara hanya dengan karyawan terkait, wawancara kelompok
dengan kelompok karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang sama dan wawancara
dengan penyelia (supervisor) atau atasan karyawan yang bersangkutan yang
mengetahui pekerjaan tersebut.
3. Metode Kuesioner (Questionnaire Method)
Metode Kuesioner merupakan salah satu
metode pengumpulan data dan informasi untuk analisis jabatan yang sering
digunakan. Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang
harus dijawab oleh karyawan yang akan dianalisis jabatannya. Kelebihan dari
metode kuesioner ini adalah dapat mengumpulkan sejumlah informasi tentang
pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat dan biaya yang relatif murah dengan
catatan bahwa karyawan dapat secara akurat menganalisis dan mengkomunikasikan
informasi tentang pekerjaan
mereka.
Analisis pekerjaan dipakai untuk
berbagai tujuan, baik sektor publik maupun sektor swasta. Berikut ini tujuan
dari analisis pekerjaan :
a)
Job description, yang berisi informasi pengeidentifikasian pekerjaan, riwayat pekerjaan,
kewajiban-kewajiban pekerjaan, dan pertanggungjawaban, spesifikasi pekerjaan
atau informasi mengenai standar- standar pekerjaan.
b)
Job classification,penyusunan pekerjaan-pekerjaan ke dalam klas-klas, kelompok-kelompok,
atau jenis-jenis berdasarkan rencana sistematika tertentu. Rencana sistematika
tradisional biasanya didasarkan pada garis kewenangan organisasi, isi
tugas/pekerjaan yang didasrkan pada teknologi, dan tugas/pekerjaan ini pada
gilirannya didasarkan pada perilaku manusia.
c)
Job evaluation,suatu prosedur pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan kegunaan
masing-masing di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.
d)
Job desing instructuring,meliputi usaha-usaha untuk mengalokasi dan merestrukturalisasikan
kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.
e)
Personal requirement/spesifications,berupa penyusunan persyaratan-persyaratan atau spesifikasi-spesifikasi
tertentu bagi suatu pekerjaan, seperti pengetahuan(knowledge),
ketrampilan(skills), ketangkasan(aptitudes), sifat-sifat dan
ciri-ciri(attributes and traits) yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan
suatu pekerjaan.
f)
Performance appraisal,tujuan penting daripada penilaian performansi ini adalah dengan maksud
untuk mempengaruhi dari para pekerja melalui keputusan-keputusan administrasi,
seperti promosi, pemberhentian sementara (lay off), pemindahan(transfer),
kenaikan gaji, memberi informasi kepada para pekerja tentang
kemampuan-kemampuan dan kekurangan-kekurangan yang berkaitan dengan
pekerjaannya masing-masing.
g)
Worker training,untuk tujuan-tujuan pelatihan.
h)
Worker mobility, ,untuk tujuan mobilitas pekerja(karir), yaitu dinamika masuk-keluarnya
seseorang dalam posisi-posisi, pekerjaan-pekerjaan, dan okupasi-okupasi
tertentu.
i)
Efficiency,ini mencakup penggabungan proses kerja yang optimal dan rancangan
keamanan dari peralatan dan fasilitas fisik lainnya dengan referensi tertentu
pada kegiatan-kegiatan kerja, termasuk prosedu-prosedur kerja, susunan kerja
dan standar-standar kerja.
j)
Safety,sama dengan efisiensi, tapi perhatiannya lebih diarahkan pada
identifikasi dan peniadaan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman,
kondisi-kondisi lingkungan.
k)
Human resource planning,ini meliputi kegiatan-kegiatan antisipatif dan reaktif melalui suatu
organisasi untuk memastikan organisasi tersebut memiliki dan akan terus
memiliki jumlah dan macam orang pada tempat yang tepat, waktu yang tepat, dll.
l)
Legal/quasi legal requirements,aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan dengan
organisasi.
Elemen-elemen Desain Pekerjaan
Elemen Desain Pekerjaan meliputi :
1.
Elemen organisasional
Elemen organisasi pada
desain pekerjaan bersangkutan dengan efisiensi, yaitu akan mendorong karyawan
yang mampu dan termotivasi untuk mencapai keluaran yang maksimal. Bila
karyawaan bekerja berulang-ulang, sampai batas tertentu tingkat keluaran
biasanya lebih tinggi. Dalam elemen organisasi meliputi :
a)
Pendekatan
mekanistik, adalah upaya suatu organisasi dalam mencapai sesuatu yang
diinginkan. Untuk mencapai hal tersebut membutuhkan team, ada pemimpin atau
pelatih yang bisa memimpin dengan baik, dan juga dalam melaksakannya harus
bekerja sama. Pendekatan mekanistik bisa diartikan juga sebagai cara melakukan
sesuatu dengan team.
b)
Aliran kerja,
aliran kerja dalam suatu organisasi sangat dipengarui dengan sifat produk dan
jasa, biasanya menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan-pekerjaan.
c)
Praktek-praktek
kerja, adalah cara pelaksanakan kerja yang ditetapkan. Metode-metode ini bisa
terbentuk dari tradisi, atau kesepakan oleh para karyawan, atau bisa juga
bagian kontrak kerja manaemen.
2.
Elemen
lingkungan
Elemen-elemen
lingkungan pokok dalam perancangan pekerjaan adalah kemampuan dan tersedianya
karyawan berpotensi. Dalam hal ini meliputi dua hal, yaitu eksternal dan
internal. Internal adalah tersedianya karyawan-karyawan yang memiliki potensi
baik dalam melaksakan bidangnya. Sedangkan eksternal adalah pengaruh dari
masyarakat. Disamping itu, para karyawan yang yang mempunyai pendidikan semakin
tinggi akan mempunyai penghargaan yang tinggi dalam kualitas pekerjaanya.
3.
Elemen
keperilakuan
Ada beberapa elemen
keprilakuan yang perlu di pertimbangkan dalam desain pekerjaan, diantaranya:
a)
Otonomi,
bagaimana karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggung
jawab dengan apa yang dilakukan.
b)
Variasi pekerjaan, bagaimana karyawan dapat melakukan
pekerjaan yang tidak membosankan, karena kebosanan akan menimbulkan kelehan,
dan kelelahan mengakibatkan kesalahan dalam melakkan pekerjaan.
c)
Identitas tugas,
suatu pekerjaan harus mempunyai identitas, agar karyawan-karyawan itu mempunyai
rasa tanggung jawab saat melakukan pekerjaannya.
d)
Umpan balik,
biala pekerjaan memberikan umpan balik tentang seberapa baik pekerjaan, maka
karyawan akan mempunyai motivasi untuk melaksanakannya dengan baik.
Trade-off Keperilakuan dan
Efisiensi
Efisiensi adalah suatu
ukuran keberhasilan sebuah kegiatan yang dinilai berdasarkan besarnya biaya/
sumber daya yang digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Trade off yang dihadapi oleh pare perancang pekerjaan
perusahaan yaitu:
1. Produktivitas
versus spesialisasi
Tambahan spesialisasi
akan menaikkan output sampai pada titik tertentu, apabila ada kenaikan
spesialisasi maka output mengalami penurunan, karena adanya kebosanan atas
pelaksanaan tugas yang terus menerus. Output dapat ditingkatkan dengan
mengurangi spesialisasi pekerjaan.
2. Kepuasan
kerja versus spesialisasi
Kepuasan kerja akan
meningkat sejalan dengan kenaikan spesialisasi, dan tambahan tambahan
spesialisasi mengakibatkan kepuasan kerja akan menurun. Pekerjaan tanpa
spesialisasi membuat karyawan membutuhkan waktu lama untuk mempelajari
pekerjaan tersebut sampai mampu untuk melakukannya. Kepuasan kerja akan menurun
karena kurangnya otonomi, variasi dan identitas tugas. Produktivitas terus naik
bile kebaikan spesialisasi lebih besar daripada kelemahan akibat ketidakpuasan.
3. Proses
belajar versus spesialisasi
Pekerjaan yang sangat
terspesialisasi lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak
terspesialisasi. Proses belajar pada pekerjaan yang terspesialisasi lebih cepat
mencapai standar (ditunjukkan oleh garis putus-putus). Pekerjaan yang tidak
terspesialisasi memerlukan waktu lebih lama untuk dipelajari.
4. Perputaran
karyawan versus spesialisasi
Spesialisasi pekerjaan
dapat dengan mudah dan cepat dipelajari, tapi biasanya kepuasan yang diperoleh
lebih rendah, kepuasan yang rendah ini akan menyebabkan tingkat perputaran
tenaga keda tinggi (turn over manpower).
Proses Analisis Pekerjaan
Berikut ini adalah
urutan proses yang harus dilakukan manajer SDM maupun organisasi untuk
menjalankan analisis pekerjaan :
1.
Identifikasi Analisis Pekerjaan Tujuan
Baik proses apa pun
sia-sia sampai tujuannya tidak diidentifikasi dan didefinisikan. Oleh karena
itu, langkah pertama dalam proses adalah menentukan kebutuhan dan output yang
diinginkan. Menghabiskan upaya manusia, energi, dan uang tidak berguna sampai
manajer SDM tidak tahu mengapa data harus dikumpulkan dan apa yang harus
dilakukan dengannya.
2.
Siapa yang Akan Melakukan Analisis Pekerjaan
Langkah kedua
terpenting dalam proses analisis pekerjaan adalah memutuskan siapa yang akan
melakukannya. Beberapa perusahaan lebih suka menyelesaikannya dengan departemen
SDM mereka sendiri sementara beberapa menyewa konsultan analisis pekerjaan. Konsultan
analisis pekerjaan mungkin terbukti sangat membantu karena mereka menawarkan
saran, pedoman, dan metode yang tidak bias. Mereka tidak memiliki suka pribadi
dan tidak suka ketika datang untuk menganalisis pekerjaan.
3.
Bagaimana Melakukan Proses
Menentukan cara di mana
proses analisis pekerjaan perlu dilakukan tentu merupakan langkah selanjutnya.
Diperlukan pendekatan terencana tentang bagaimana menjalankan seluruh proses
untuk menyelidiki pekerjaan tertentu.
4. Pengambilan Keputusan
Strategis
Sekarang adalah waktu
untuk membuat keputusan strategis. Ini tentang menentukan sejauh mana
keterlibatan karyawan dalam proses, tingkat rincian yang harus dikumpulkan dan
dicatat, sumber dari mana data akan dikumpulkan, metode pengumpulan data,
pemrosesan informasi dan pemisahan data yang dikumpulkan.
5. Pelatihan Analis Pekerjaan
Selanjutnya adalah
untuk melatih analis pekerjaan tentang bagaimana melakukan proses dan
menggunakan metode yang dipilih untuk pengumpulan dan pengodean ulang data
pekerjaan.
6. Persiapan Proses Analisis
Pekerjaan
Mengkomunikasikannya
dalam organisasi adalah langkah selanjutnya. Manajer SDM perlu mengkomunikasikan
semuanya dengan baik sehingga karyawan menawarkan dukungan penuh mereka kepada
analis pekerjaan. Tahap ini juga melibatkan persiapan dokumen, kuesioner,
wawancara, dan formulir umpan balik.
7.
Pengumpulan Data
Berikutnya adalah
mengumpulkan data terkait pekerjaan termasuk kualifikasi pendidikan karyawan,
keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan, kondisi
kerja, aktivitas kerja, hierarki pelaporan, sifat-sifat manusia yang
diperlukan, aktivitas pekerjaan, tugas dan tanggung jawab yang terlibat dan
perilaku karyawan.
8. Dokumentasi, Verifikasi
dan Peninjauan
Dokumentasi yang tepat
dilakukan untuk memverifikasi keaslian data yang dikumpulkan dan kemudian
meninjaunya. Ini adalah informasi akhir yang digunakan untuk menjelaskan
pekerjaan tertentu.
9. Mengembangkan Deskripsi
Pekerjaan dan Spesifikasi Pekerjaan
Sekarang adalah saatnya
untuk memisahkan data yang dikumpulkan menjadi informasi yang berguna.
Deskripsi Pekerjaan menggambarkan peran, aktivitas, tugas, dan tanggung jawab
pekerjaan sementara spesifikasi pekerjaan adalah pernyataan kualifikasi
pendidikan, pengalaman, ciri-ciri pribadi, dan keterampilan yang diperlukan
untuk melakukan pekerjaan itu.
Job Analysis
Menurut Bedjo Siswanto
(2003:37) Analisis pekerjaan adalah “Suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mendapatkan gambaran mengenai unsur-unsur dan tugas-tugas yang terkandung dalam
jabatan”. Analisis Pekerjaan adalah eksplorasi yang
sistematis, mempelajari dan mencatat tanggung jawab, tugas, keterampilan,
akuntabilitas, lingkungan kerja, dan persyaratan kemampuan pekerjaan tertentu.
Analisis pekerjaan juga melibatkan menentukan kepentingan relatif dari tugas,
tanggung jawab dan keterampilan fisik dan emosional untuk pekerjaan yang
diberikan.
Jenis Analisis Pekerjaan
Menurut Gomes
(2003:99-101) terdapat dua jenis analisis pekerjaan, yaitu :
1.
Analisis
Pekerjaan Tradisional
Model tradisional ini hanya mencari informasi
sekitar tiga aspek, yakni :
a)
Tanggungjawab (responsibilities), merinci unit
organisasi kepada mana suatu kedudukan harus bertanggungjawab, harus tunduk kepada
pengarahan dan bagian pengendalain pelaksanaan.
b)
Kewajiban-kewajiban
(duties) umum dari seorang yang
sedang memegang suatu kedudukan dan;
c)
Kualifikasi-kualifikasi
(qualifications) minimal yang
diterima sebagai kelayakan.
2.
Analisis
Pekerjaan yang Berorientasikan Hasil
Analisis pekerjaan jenis ini berasumsi bahwa uraian
pekerjaan akan menjadi lebih bermanfaat jika uraian pekerjaan tersebut
memperjelas harapan-harapan organisasi kepada para pekerja, dan keterkaitan
antara tugas-tugas, standar-standar, kecakapankecakapan, dan
kualifikasikualifikasi minimal. Oleh karena itu, analisis pekerjaan ini memuat
keterangan-keterangan yang berkisar pada pernyataan-pernyataan, seperti :
a)
Task
merupakan perilakuperilaku, kewajiban-kewajiban atau fungsi yang penting bagi
suatu pekerjaan.
b)
Conditions
merupakan bagaimana sifat dasar pada pekerjaan, atau syarat-syarat yang
diperlukan agar pekerjaan itu terlaksana.
c)
Standards merupakan harapanharapan performansi obyektif yang
diberikan pada setiap tugas, yang dituangkan menurut ketentuan standar
kuantitas, kualitas, atau ketepatan waktu yang benar-benar dikaitkan dengan
tujuan organisasi.
d)
SKAs merupakan
kecakapan, pengetahuan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap
tugas pada standar minimal yang diterima.
e)
Qualifications
merupakan pendidi kan dan pengalaman serta kualifikasi lain yang dibutuhkan
untuk memastikan bahwa para pekerja mempunyai SKAs yang diperlukan
bagi pelaksanaan tugas.
Sifat dari Analisis Jabatan
Prosedur untuk
menetapkan tugas & tuntutan ketrampilan dari suatu jabatan dan orang macam
apa yang akan dipekerjakan untuk itu. Melalui analisis
jabatan diperoleh informasi:aktivitas kerja, perilaku manusia,
mesin-alat-perlengkapan-bantuan kerja yang digunakan, standar kinerja, konteks
jabatan & tuntutan manusiawi.
Metode Mengumpulkan Informasi Analisis Jabatan
1.
Wawancara :
wawancara individual, wawancara kelompok dan wawancara penyelia dengan beberapa
pertanyaan khas : apa saja yang dilakukan oleh jabatan, apa yang merupakan
tugas utama dari posisi anda? apa persisnya yang anda lakukan? dll.
2.
Kuesioner :
meminta karyawan mengisi kuesioner utk menggambarkan tugas2 yg berkaitan dgn
jabatan dan tanggung jawab mereka.
3.
Observasi : dpt
bermanfaat bila jabatan2 terutama terdr kegiatan yg dpt diobservasi secara
fisik (penjaga gedung,pekerja lini perakitan & pegawai akunting).
4.
Buku Harian
(diary/logs) peserta.
Klasifikasi Pekerjaan (Job Classification)
Klasifikasi pekerjaan merupakan
suatu metode atau sistem untuk memetakan pekerjaan (job) yang ada. biasanya dikaitkan dengan rank atau score yang pada nantinya akan menentukan
levelling jabatan seseorang.
Politik Reklasifikasi (The Politics of reclassification)
Daya tangkap politik
mempengaruhi fungsi-fungsi alokasi dari analisis pekerjaan dengan cara
mendeskripsikan ramifikasi politik mengenai dua jenis keputusan reklasifikasi,
yaitu :
1. Eklasifikasi yang menyebabkan perubahan dalam gaji,
2. Eklasifikasi yang menyebabkan perubahan status dari
suatu posisi pelayanan sipil yang telah diklasifikasikan dalam unit hasil
kompromi bersama keposisi yang dikecualikan atau di luar unit kompromi. (Gomes,
2003, hal. 103).
Referensi
https://ilmumanajemenindustri.com/metode-analisis-jabatan-job-analysis-method/
http://faradillahanjanirohim.web.unej.ac.id/elemen-desain-pekerjaan-msdm/
https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-efisiensi.html
https://www.studimanajemen.com/2019/03/proses-analisis-pekerjaan-job-analysis.html
http://seputarpengertian.blogspot.com/2019/02/pengertian-analisis-pekerjaan.html
https://www.studimanajemen.com/2019/03/analisis-pekerjaan-job-analysis.html
https://slideplayer.info/slide/2799449/
http://safiramahri.blogspot.com/2019/01/desain-pekerjaan-dan-analisis-pekerjaan.html
Komentar
Posting Komentar