Kerangka Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
NAMA : NADYA
KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
BAB I
KERANGKA KERJA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM)
A.
Sejarah Lahirnya MSDM
Sejarah penting yang menandai diperlukannya sumber daya manusia adalah saat
timbulnya Revolusi Industri di Inggris yang menghasilkan dampak berupa merubah
cara produksi dan penanganan sumber daya manusia yang berbeda dari sebelumnya.
Dengan adanya perusahaan yang menggunakan teknologi, maka memungkinkan untuk
memproduksi barang dengan jumlah banyak sehingga perlu tenaga manusia yang
tidak sedikit. Sehingga pemilik perusahaan mulai
memikirkan gaji, penempatan, perlakuan terhadap karyawan termasuk kesejahteraannya. Maka saat itu
dibentuk ”Sekretaris
Kesejahteraan” (Hasibuan, 1997) yang bertugas memikirkan cara perumusan kebutuhan ekonomi para pekerja dan
mencegah para pekerja jangan sampai membentuk serikat pekerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa para
“sekretaris kesejahteraan” itulah sebenarnya yang menjadi pelopor keberadaan
tenaga spesialis yang menangani pengelolaan sumberdaya manusia. Dua
tokoh besar yang menjadi bapak manajemen adalah Frederick W. Taylor dan Henry Fayol. Timbulnya
berbagai teori motivasi pada tahun 1940- an dengan Abraham H. Maslow sebagai
pelopornya merupakan bukti bahwa perlunya perhatian kepada unsur manusia dalam
suatu organisasi.
B.
Pengertian MSDM
MSDM dapat dipahami
sebagai suatu proses dalam organisasi serta dapat pula diartikan sebagai suatu kebijakan
(policy). Sebagai
suatu proses, Cushway (1994:13) misalnya, mendefinisikan MSDM sebagai 'bagian
dari proses yang membantu organisasi mencapai tujuannya’. Sementara itu, Schuler, Dowling, Smart dan Huber
(1992:16) mengartikan MSDM dalam rumusan ‘Manajemen
Sutnber Daya Manusia/MSDM merupakan pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja
organisasi sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dalam memberi
kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi, dan penggunaan beberapa fungsi dan
kegiatan untuk memastikan bahwa SDM tersebut digunakan secara efektif dan adil
bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat’.
Menurut Stoner (1995:4)
MSDM meliputi penggunaan SDM secara produktif dalam mencapai tujuan-tujuan
organisasi dan pemuasan kebutuhan pekerja secara individual. Stoner
menambahkan bahwa karena berupaya mengintegrasikan kepentingan orgarnisasi dan
pekerjanya, maka MSDM lebih dari sekadar seperangkat kegiatan yang berkaitan
dengan koordinasi SDM organisasi. MSDM adalah kontributor utama bagi
keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, jika MSDM tidak efektif dapat menjadi
hambatan utama dalam memuaskan pekerja dan keberhasilan organisasi.
C.
Fungsi-fungsi MSDM
1.
Perencanaan
untuk kebutuhan SDM
Meliputi dua
kegiatan utama, yaitu :
a)
Perencanaan dan
peramalan permintaan tenaga kerja organisasi baik dalam jangka pendek maupun
panjang;
b)
Analisis jabatan
dalam organisasi untuk menentukan tugas, tujuan, keahlian, pengetahuan dan
kemampuan yang dibutuhkan.
2.
Staffing sesuai
dengan kebutuhan organisasi
Tterdapat dua
kegiatan yang diperlukan, yaitu :
a)
Penarikan
(rekrutmen) calon atau pelamar pekerjaan;
b)
Pemilihan
(seleksi) para calon atau pelamar yang dinilai paling memenuhi syarat.
3.
Penilaian
kinerja
Dilakukan dua
kegiatan utama, yaitu :
a)
Penilaian dan
pengevaluasian perilaku pekerja;
b)
Analisis dan
pemberian motivasi perilaku pekerja. Kegiatan penilaian kinerja ini dinilai
sangat sulit baik bagi penilai maupun yang dinilai. Kegiatan ini rawan dengan
munculnya konflik.
4.
Perbaikan
kualitas pekerja dan lingkungan kerja
Mengarah pada
tiga kegiatan strategis, yaitu :
a)
Menentukan,
merancang dan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan SDM guna
meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan;
b)
Memperbaiki
kualitas lingkungan kerja, khususnya melalui kualitas kehidupan kerja dan
programprogram perbaikan produktifitas;
c)
Memperbaiki
kondisi fisik kerja guna memaksimalkan kesehatan dan keselamatan pekerja.
5.
Pencapaian
efektifitas hubungan kerja
Terdapat tiga
kegiatan utama, yaitu :
a)
Mengakui dan
menaruh rasa hormat (respek) terhadap hak-hak pekerja;
b)
Melakukan
tawar-menawar (bargaining) dan menetapkan prosedur bagaimana keluhan pekerja
disampaikan;
c)
Melakukan penelitian tentang kegiatan-kegiatan MSDM.
D.
Tujuan MSDM
Menurut Cushway, tujuan
MSDM meliputi :
a)
Memberi pertimbangan
rnanajemen dalam membuat kebijakan SDM untuk memastikan bahwa organisasi
memiliki pekerja yang bermotivasi dan berkinerja tinggi, memiliki pekerja yang
selalu siap mengatasi perubahan dan memenuhi kewajiban pemekerjaan secara
legal;
b)
Mengimplementasikan
dan menjaga semua kebijakan dan prosedur SDM yang memungkinkan organisasi mampu
mencapai tujuannya;
c)
Membantu dalam
pengembangan arah keseluruhan organisasi dan strategi, khususnya yang berkaitan
dengan implikasi SDM;
d)
Memberi dukungan
dan kondisi yang akan membantu manajer lini mencapai tujuannya;
e)
Menangani
berbagai krisis dan situasi sulit dalam hubungan antar pekerja untuk meyakinkan
bahwa mereka tidak menghambat organisasi dalam mencapai tujuannya;
f)
Menyediakan
media komunikasi antara pekerja dan manajemen organisasi;
g)
Bertindak
sebagai pemelihara standar organisasional dan nilai dalam manajemen SDM.
Sementara itu menurut
Schuler et al setidaknya MSDM memiliki tiga tujuan utama yaitu :
a)
Memperbaiki
tingkat produktifitas;
b)
Memperbaiki
kualitas kehidupan kerja;
c)
Meyakinkan bahwa
organisasi telah memenuhi aspekaspek legal.
E.
Kebijakan MSDM dan Kegiatan MSDM
Untuk dapat memahami
kebijakan dan kegiatan MSDM dapat dilihat dari suatu pendekatan yang spesifik.
Pendekatan tersebut penggunaan MSDM sebagai sebuah cara untuk melakukan
rekonseptualisasi dan pengorganisasian kembali peran SDM dan penjelasan ulang
tentang tugas dan fungsi departemen personalia dalam organisasi. Berdasarkan
pendekatan tersebut, Guest menyatakan adanya empat kebijakan utama dalam MSDM
yaitu :
a)
Employee Influence;
b)
Human resource flow;
c)
Rewards systems;
d)
Work systems.
Di dalam organisasi,
peran dan fungsi SDM harus dise!araskan dengan elemen-elemen sumber daya
lainnya. Oleh karena itu dalam merxrbuat kebijakan, organisasi memusatkan perhatiannya
pada bagaimaan sistem kerja disusun sedemikian rupa sehingga ada kesesuaian
antara gerak SDM dengan sumber daya lainnya. Sementara itu, dengan merujuk pada
pendapat ahliahli lainnya, Guest menyatakan kegiatan MSDM terdiri dari empat
proses generik yaitu :
a)
Selection;
b)
Appraisal;
c)
Rewards;
d)
Development.
F.
Basis Teori MSDM
Menurut Guest, tidak
ada teori dalam MSDM. Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa di belakang
MSDM berdiri secara implisit beragam teori pendukung. Dengan merujuk pada hasil
studi beberapa ahli di Harvard
University, Guest membuat suatu kerangka kerja teori MSDM seperti dapat
dilihat dalam gambar 1.1. berikut ini :

Kerangka kerja seperti
digambarkan dalam skema tersebut di atas dinilai sebagai basis teori MSDM
dengan mendasarkan diri pada dukungan sejumlah teori lintas ilmu. MSDM bersifat
multidisipliner. Oleh karena itu dibelakang MSDM dapat dijumpai disiplin ilmu
ekonomi manajemen, psikologi, hukum, sosial, sejarah, serta hubungan
industrial.
Komentar
Posting Komentar