Pelatihan dan Pengembangan
NAMA : NADYA
KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
Pengertian, Tujuan, dan Waktu Pelatihan dan Pengembangan
Menurut Jusmaliani, pelatihan adalah
proses melatih karyawan baru atau karyawan yang akan memperoleh penempatan baru
dengan ketrampilan dasar yang diperlukanya untuk melaksanakan pekerjaan. (Jusmaliani.
M.E, Pengelolaan Sumber Daya
Insani, Surakarta :Bumi Aksara, 2011, hal. 99)
Menurut Wilson Bangun pelatihan sendiri
adalah proses untuk mempertahankan atau memperbaiki ketrampilan karyawan untuk
menghasilkan pekerjaan yang efektif. (Wilson Bangun, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta:
Erlangga, 2012, hal. 201).
Pelatihan adalah suatu proses pendidikan
jangka pendek dengan menggunakan prosedur-prosedur yang sistimatis dan
terorganisir,sehingga karyawan belajar mengenai pengetahuan teknik dan keahlian
untuk tujuan tertentu (Hasibuan 2008:69).
Konsep Pengembangan Sumber Daya Manusia
(PSDM) dalam organisasi, hakikatnya merupakan suatu usaha demi peningkatan daya
saing terhadap ancaman lingkungan eksternal dan upaya meningkatkan daya
inovatif demi menciptkan peluang. Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam
organisasi bersifat integral sebagai individu dan sistem serta organisasi
sebagai wadah SDM secara terencana dan berkesinambungan untuk menigkatkan
kompetensi pekerja melalui program pelatihan, pendidikan, dan
pengembangan (Noe, 2008).
Secara umum Pengembangan (development) dapat
diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda
atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi
pendidikan.
Menurut Handoko (2010
:104), Pengembangan karyawan dimaksudkan untuk menyiapkan karyawan untuk
memegang tanggung jawab pekerjaandi masa yang akan datang. Pengembangan
karyawan bisa dilakukan secara formalmaupun informal. Secara formal berarti
karyawan ditugaskan oleh perusahaan.Sedangkan secara informal berarti karyawan
melatih dan mengembangkan dirinya ataskeinginan dan inisiatif sendiri tanpa
ditugaskan oleh perusahaan. Program pengembangan karyawan akan membuat karyawan
semakin produktif sehinggamemungkinkan organisasi atau perusahaan
mempertimbangkan untuk melakukan pengembangan karir karyawan.
Menurut
Pasal 9 Undang-undang Ketenaga kerjaan Tahun 2003, pelatihan kerja
diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan
kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan.
Tujuan pelatihan dan pengembangan SDM pada dasarnya dikelompokan ke dalam lima
bidang :
1.
Memperbaiki
kinerja,
2.
Memutakhirkan
keahlian para karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi,
3.
Mengurangi waktu
pembelajaran bagi karyawan baru agar agar kompeten dalam pekerjaan,
4.
Membantu memecahkan
masalah operasional,
5.
Mempersiapkan
karyawan untuk promosi.
Pelatihan dan tahap-tahapnya
Tahap-tahap Pelatihan (Training) antara lain :
1.
ORIENTATION (Orientasi)
Tujuan dari orientasi
adalah agar karyawan baru dapat mengetahui dan memahami informasi dari latar
belakang perusahaan dan produksi.
Isi daripada orientasi
antara lain :
v Informasi tentang benefit atau keuntungan yang akan
didapatkan oleh karyawan
v Pekerjaan dan hal-hal rutin
v Struktur organisasi perusahaan dan operasionalnya
v Kebijakkan perusahaan dan slogan-slogan perusahaan
tentang kualitas, lingkungan, visi dan misi perusahaan
v Sistem-sistem yang ada dalam perusahaan (ISO, SMK3,
TS, ROHS, GREEN PARTNER)
v Peraturan-peraturan dan disiplin perusahaan
v Keamananan dan keselamatan kerja dalam pekerjaan
v Pengenalan fasilitas perusahaan
Hal- hal penting yang
harus dilakukan untuk karyawan baru agar proses orientasi dapat berhasil dengan
baik :
v Membuat mereka merasa di terima dan nyaman
v Membantu mereka memahami perusahaan/produksi dalam
arti yang luas
v Menjelaskan kepada mereka apa yang akan diharapkan
oleh perusahaan dalam hal pekerjaan dan perilaku mereka.
2.
TRAINING PROCESS (Proses Pelatihan)
Training atau pelatihan
adalah suatu proses mengajar kepada karyawan untuk mendapatkan kemampuan dasar
(basic skill) yang diperlukannya dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan mereka.
Terdapat lima proses
yang harus dilakukan dalam menyediakan materi training :
a.
Menganalisis
kebutuhan
Identifikasikan kebutuhan pelatihan dan identifikasi
tujuan dan kriteria pelatihan
b.
Merancang
Instruksi pelatihan
Membuat konten training program seperti jadwal training, manual bahan training,
bahan untuk ujian
c.
Validasi
Presentasikan terlebih dahulu konten training program tersebut kepada group
yang kecil untuk mengetahui apakah penyajian Materi training cocok dan valid
(melakukan percobaan atau try out)
d.
Implementasikan
program Training
Lakukan training aktual kepada karyawan baru yang ditargetkan.
e.
Evaluasi
Lakukan penilaian terhadap program training apakah berhasil atau gagal
Berikut ini beberapa
cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam training :
a)
Usahakan untuk
membuat kesamaan di situasi training/pelatihan dan situasi pekerjaan yang
sebenarnya.
b)
Menyediakan
Praktek yang memadai.
c)
Berikan label
atau mengidentifikasi setiap fitur dari mesin atau langkah dalam proses.
d)
Memberikan
arahan kepada peserta training / pelatihan untuk memperhatikan aspek
penting dari pekerjaan.
e)
Menyediakan
informasi agar peserta training /pelatihan memiliki persiapan yang cukup saat
mereka mengerjakan tugas/pekerjaan yang nyata.
Contohnya pada
perusahaan yang bergerak di bidang Manufakturing Perangkat Elektronik,
materi-materi umum dan dasar training yang diperlukan disiapkan dalam produksi
perakitan elektronik antara lain :
v Pengenalan Komponen atau material dalam produksi
v Soldering skill
v Screwing skill
v Pengenalan ESD
v Pengenalan mesin-mesin di produksi dan cara
mengoperasikannya
Setelah melakukan
program training, untuk mengetahui apakah Karyawan baru tersebut siap dan
memenuhi standar dasar (basic standard) yang dibutuhkan oleh pekerjaannya, maka
akan dilakukan ujian baik teori
maupun praktek.
3.
On the Job Training (OJT)
OJT (On the Job
Training) adalah salah satu metode training dengan mengajarkan karyawan
baru tersebut di pekerjaan yang sebenarnya.
Langkah-langkah dalan
OJT :
a)
Mempersiapkan
Karyawan baru yang akan dilatih.
b)
Mempersiapkan
Pekerjaan yang akan dilakukan oleh karyawan baru tersebut
c)
Lakukan percobaan
untuk melakukan pekerjaan
1)
Ajarkan dan terangkan langkah demi
langkah dengan pelan-pelan
2)
Lakukan perbaikan jika terjadi
kesalahan
3)
Jalankan pekerjaanya seperti biasa
4)
Jangan membiarkan karyawan baru
tersebut melakukan pekerjaannya sendiri.
d)
Follow up
1)
Identifikasikan Karyawan mana yang
perlu bantuan
2)
Perbaiki kesalahan mereka sebelum
menjadi suatu kebiasaan
3)
Kurangi pengawasan secara bertahap,
periksa hasilnya (kualitas dan kuantitas) dari waktu ke waktu.
4) Pujilah mereka bagi yang telah melakukan pekerjaan
dengan baik.
5)
Mendorong mereka untuk melakukan
pekerjaan supaya mencapai standar kualitas dan kuantitas.
Jenis-jenis Pelatihan dan Pengembangan
1.
Melatih Keahlian
Karyawan (Skill Training)
Pelatihan dan
pengembangan pertama yang bisa dilakukan pada SDM atau karyawan perusahaan
adalah dengan melatih keahliannya atau bisa disebut juga skill training.
Pelatihan ini juga cukup sering dilakukan oleh beberapa perusahaan. Program
pelatihan ini terbilang sederhana, Caranya bisa
dengan menilai apa yang menjadi kebutuhan ataupun kekurangan yang kemudian bisa
diidentifikasikan lewat penilaian yang lebih teliti.
2.
Pelatihan Ulang
(Retraining)
Perusahaan juga bisa
melakukan pelatihan ulang atau disebut juga retraining agar bisa memberikan
keahlian yang benar-benar dibutuhkan oleh SDM yang ada. Hal ini dilakukan guna
menghadapi kondisi tuntutan pekerjaan yang akan terus berubah. Sehingga dengan
pelatihan ini SDM yang ada di dalam perusahaan bisa bekerja dengan lebih
percaya diri ketika menyelesaikan suatu pekerjaan.
3.
Cross
Functional Training
Pelatihan dan
pengembangan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah melakukan pelatihan lintas
fungsional. Ini merupakan pelatihan yang akan melibatkan para karyawan
perusahaan agar bisa melakukan aktivitas kerja di dalam bidang yang lainnya,
selain pekerjaan utamanya.
4.
Pelatihan tim (team training)
Memberikan pelatihan
tim kepada SDM perusahaan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Karena
bagaimanapun juga karyawan di dalam perusahaan tidak akan bekerja sendirian,
mereka harus bisa menyelesaikan masalah atau pekerjaan secara tim agar tujuan
perusahaan bisa tercapai.
5.
Melatih
kreatifitas perusahaan
Proses pelatihan
kreativitas atau disebut juga creativity training merupakan program pelatihan
dan pengembangan yang bisa memberikan peluang agar SDM perusahaan bisa
mengeluarkan sebuah gagasan berdasarkan nilai rasional. Gagasan itu nantinya
akan lebih dikembangkan agar bisa membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi.
6.
Pelatihan
mengenai teknologi yang berhubungan dengan perusahaan
Sekarang ini
perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Perusahaan tidak dapat menutup mata
bahwa pastinya ada saja teknologi yang mempengaruhi sistem kerja dalam
perusahaan. Bila tidak bisa menerimanya maka bukan tidak mungkin malah akan
menyebabkan ketertinggalan dan tidak akan berkembang. Oleh sebab itulah, ketika
menyadari bahwa pengaruhnya cukup besar, sebaiknya perusahaan memberikan sebuah
pelatihan kepada SDM di dalamnya agar tidak gagap teknologi atau gaptek. Dengan
begitu, SDM akan bisa melakukan pekerjaan secara produktif, kreatif dan
inovatif sesuai dengan zamannya.
7.
Pelatihan bahasa
Pelatihan dan
pengembangan mengenai bahasa juga sebaiknya harus dipertimbangkan bila
perusahaan ingin lebih berkembang. Jangan menutup mata dengan perbedaan bahasa,
karena bisa saja pasar yang ditargetkan perusahaan ternyata adanya di luar
negeri bukan di Indonesia. Ambilah peluang pasar tersebut bila memang itu baik
untuk perusahaan.
Referensi
https://highlandexperience.co.id/pengertian-pelatihan-pengembangan-sdm
https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-training-pelatihan-tahap-pelatihan/
https://www.linovhr.com/pelatihan-dan-pengembangan-sdm/
Komentar
Posting Komentar