PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA
NAMA : NADYA KHAVIRA PUTRI
NPM : 26217746
KELAS : 4EB10
BAB
III
PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN
SUMBER DAYA MANUSIA
A. Pentingnya
Pengembangan
Pengembangan
karyawan (sumber daya manusia), baik baru maupun lama perlu dilakukan secara
terencana dan berkesinambungan. Oleh karenanya perlu ditetapkan lebih dahulu program
pengembangan karyawan.
Pengembangan
adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoretis, konseptual
dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan
dan latihan. Pendidikan sendiri berhubungan dengan peningkatan pengetahuan umum
dan pemahaman atas lingkungan secara menyeluruh. Sedangkan latihan adalah suatu
usaha peningkatan pengetahuan dan keahlian seorang karyawan untuk mengerjakan
suatu pekerjaan tertentu.
Sementara itu
ada juga perusahaan yang menggunakan istilah ”training”. Alasan penggunaan training agar lebih menyesuaikan
dengan kondisi praktek tanpa mengurangi arti pengembangan karyawan dalam suatu
organisasi. Namun bagaimanapun juga pengembangan sumber daya manusia berkenaan
dengan pengembangan orang dalam organisasi (Gilley and Steven, 1991).
B.
Tujuan
Pengembangan
Tujuan pengembangan karyawan
adalah memperbaiki efektivitas karyawan dalam mencapai hail kerja yang telah
ditetapkan. Ada
beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan penyelenggaraan pengembangan karyawan
yaitu :
1.
Meningkatkan
produktivitas kerja
2.
Meningkatkan
efisiensi
3.
Mengurangi
kerusakan
4.
Menghindari
(mengurangi) kecelakaan
5.
Meningkatkan
pelayanan (konsumen)
6.
Memperbaiki
dan meningkatkan moral karyawan
7.
Meningkatkan
karier
8.
Meningkatkan
cara berfikir secara konseptual
9.
Meningkatkan
kepemimpinan
10. Meningkatkan prestasi yang pada akhirnya
berdampak pada peningkatan balas jasa (gaji).
a)
Proses
Pengembangan Karyawan Agar pengembangan karyawan dapat mencapai hasil yang
optimal, maka pengembangan tersebut harus mendasarkan pada prosedur yang benar.
Langkah-langkah tersebut meliputi :
1.
Penentuan
kebutuhan
2.
Penentuan
sasaran
3.
Penetapan
isi program
4.
Identifikasi
prinsip-prinsip belajar
5.
Pelaksanaan
program
6.
Penilaian
pelaksanaan program
C. Konsep
Pemberdayaan
Setiap pekerjaan
atau pembangunan memerlukan sumber daya (resources),
yang berupa manusia (human resources)
maupun sumber daya alam (nature resources).
Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam pekerjaan, berhasil atau tidak
bergantung dari dua kondisi sumber tersebut. Keberhasilan suatu pembangunan,
apapun bentuk pengembangannya peran human resources merupakan bagian yang
sangat menentukan. Jepang sebuah negara yang pernah tidak berdaya, namun karena
gigihnya dan semangat human resourcesnya maka akhirnya menjadi negara maju yang
ada di asia. Sebaliknya jika nature resources yang banyak dan tidak dimbangi dengan kemajuan sumber daya
manusianya maka sumber alam tersebut tidak bisa tergali dengan maksimal. Jadi
sumber daya manusia merupakan kebutuhan organisasi yang tidak bisa ditinggalkan
dalam menjalankan semua aspek pekerjaan, baik dalam usaha jasa maupun produksi.
Pemberdayaan (empowerment) merupakan hal penting dan
strategis untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi baik organisasi
yang bergerak dalam.kegiatan pernerintahan maupun organisasi yang bergerak
dalam kegiatan wirausaha. Mengapa penting dan strategis karena pemberdayaan,
dalam suatu organisasi adalah memberikan suport l seperti: unsur-unsur dalam
organisasi/manajemen, aspek-aspek / komponen-komponen, organisasi atau
manajemen, kompetensi, wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi/manajemen
tersebut. Pemberdayaan dimaksudkan dalam hal ini adalah memberikan
"daya" (energi atau power)
yang lebih daripada sebelumnya, artinya dapat ditunjukkan dalam hal : tenaga,
daya, kemampuan, kekuatan, peranan, wewenang dan tanggung jawab.
Apabila
diperhatikan dari uraian tersebut diatas, maka konsep pemberdayaan sangat luas
cakupannya dan sifatnya komprehensif dan saling terkait secara sinergis dalam
rangka pencapaian, tujuan dan sasaran organisasi sebagaimana ditetapkan'.dan
diharapkan.
D. Batasan
Pemberdayaan (Empowerment)
Pemberdayaan
sebagai kata mempunyai pengertian yang umum yaitu pengertian etimologis. Apa
arti empowering? Asalnya dari kata
"power" yang artinya "control, authority, dominion"
Awalan "emp"artinya on put on to" atau to cover with - jelasnya "More
Power, jadi empowering artinya is passing on authority and responsibility"yaitu
lebih berdaya dari sebelumnya da lam arti wewenang dan tanggung jawabnya
termasuk kemampuan individual yang dimilikinya. Ini ada hubungannya dengan
profesignalisme yang pada awalnya selalu dimiliki oleh individual.
Misalnya untuk
meningkatkan stamina tidak bisa dimulai dari tubuh yang sakit akan tetapi dari
tubuh yang staminanya kurang. Jadi dari sesuatu yang bebas dari beban masalah
setelah menyelesaikan masalahnya barulah dapat diberdayakan. Mungkin juga bisa
bersikap kebetulan, suatu masalah dapat dijadikan indikator bahwa salah satu
kemungkinan mengatasinya dengan usaha pemberdayaan.
Dalam
kenyataannya bisa membereskan masalah sambil menanamkan pemberdayaan sehingga
prosesnya lebih cepat selesai, walaupun sudah dapat diperkirakan kesulitannya.
Untuk
membereskan masalah bisa dilaksanakan dengan koordinasi maupun kolabarasi.
Koordinasi lebih terfokus antar struktural namun kolaborasi terfokus pada antar
individu atau kelompok kecil.
E. Keterkaitan
Pemberdayaan
Yang dimaksud
keterkaitan pemberdayaan yaitu adanya konsep lain yang terkait misalnya :
1.
Hubungan
antara pemberdayaan dengan adanya perubahan, dalam hal ini adanya perubahan
peningkatan, perbaikan reformasi dan penyempurnaan. Jadi dengan adanya
pemberdayaan mampu merubah adanya perbaikan.
2.
Perubahan
yang direncanakan, artinya perubahan yang memang dikehendaki (planned change). Ada pula perubahan secara alami atau (unexpected change) yaitu
perubahan yang berubah dengan sendirinya, tanpa ada usaha.
3.
Pemberdayaan
dan peranan pengaruh lingkungan perubahan yang direncanakan tidak jarang terialu
statis, orang enggan meherima perubahan lingkungan yang seharusnya disuaikan.
4.
Kelompok-kelompok
yang mungkin dihadapi pada waktu menjalankan perencanaan pernberdayaan, tidak
mestiberjalan mulus karena anggota satu dan yang lain mempunyai perilaku dan
cara berfikir yang berbeda-beda.
F. Pemberdayaan SDM
Pemberdayaan SDM
(Empowerment of Human Resources),
merupakan suatu aspek manajemen yang sangat strategis, karena SDM merupakan
daya yang bersumber dari manusia yang akan memberi daya terhadap sumber-sumber
lainnya dalm suatu manajemen. Apabila manusia tidak dapat menunjukkan daya dan
memberikan daya terhadap sumber lainnya, maka dapat dipastikan manajemen dalam
organisasi tersebut akan tidak tidak efisien.
Dalam
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia ada 2 hal yang perlu dipahami pengertiannya
yaitu : Pemberdayaan dan Sumber Daya Manusia. Kedua perkataan ini disatukan
menjadi satu yaitu "Pemberdayaan Sumber Daya Manusia".
Kata
Pemberdayaan dan Sumber Daya Manusia, apabila disatukan adalah menjadi
"Pemberdayaan Sumber Daya Manusia", maka dalam konteks ini,
pengertiannya adalah : suatu proses kegiatan usaha untuk lebih memberdayakan
"Daya manusia" melalui perubahan dan pengembangan manusia itu
sendiri, berupa kemampuan (competency),
kepercayaan (confidence), wewenang (authority),
dan tanggung jawab (responsibility)
dalam rangka pelaksanaan kegiatan-kegiatan (activities)
organisasi untuk meningkatkan kinerja (performance)
sebagaimana diharapkan dalam bidang lain maupun dalam bidang pendidikan.
Aspek-aspek
komponen Pemberdayaan SDM :
a.
Kemampuan
(competency) pegawai meliputi
pengetahuan (knowledge), keterampilan
(skill) dan sikap atau perilaku (attitude)
b.
Penempatan
pegawai yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan jabatan, dalam suatu organisasi.
c.
Kewenangan
yang jelas
d.
Tanggung
jawab pegawai yang jelas
e.
Kepercayaan
terhadap pegawai yang bersangkutan
f.
Dukungan
terhadap pegawai yang bersangkutan
g.
Kepemimpinan
(leadership)
h.
Motivasi
Komentar
Posting Komentar