Recruitment Process / Proses Rekrutmen

 NAMA            :           NADYA KHAVIRA PUTRI

NPM               :           26217746

KELAS           :           4EB10


EEO (Equal Employment Opportunity)

EEO adalah prinsip kesetaraan, di mana setiap pekerja mendapat hak, perlakuan, dan kesempatan yang sama dalam bekerja dan mengembangkan karir. Pekerja berhak mendapatkan kompensasi atau promosi jabatan berdasarkan pertimbangan pendidikan, pengalaman, kecakapan, dan kinerja (kontribusi) terhadap organisasi bisnis, bukan berdasarkan sentimen primordial.

EEO tidak hanya sejalan dengan misi pemerintah dalam pemerataan dan perluasan kesempatan kerja, tetapi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan, antara lain:

1.      Mendorong produktivitas. Seleksi karyawan berdasarkan kompetensi dan kualitas individu akan menjamin perusahaan mendapat tenaga kerja andal dan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi perusahaan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

2.      Alternatif tenaga kerja yang lebih banyak. EEO memungkinkan perusahaan memiliki banyak pilihan di pasar tenaga kerja tanpa sekat gender dan etnis, sehingga peluang untuk mendapatkan kandidat terbaik juga lebih besar.

3.      Meningkatkan loyalitas karyawan. Kesetaraan upah, keterbukaan jenjang karir, dan kesempatan yang sama dapat membuat karyawan betah bekerja di perusahaan ketimbang pindah kerja.

4.       Membantu perusahaan lebih efisien. Semakin rendah turnover karyawan, maka semakin sedikit pengeluaran perusahaan untuk biaya perekrutan.

Penerapan EEO dapat dilakukan dengan:

1.      Perlakuan yang adil dalam segala hal, dari mulai sebelum bekerja (pre-employment), saat bekerja (employment), dan setelah bekerja (post employment).

2.      Berdasarkan kompetensi, kinerja, dan prestasi, misalnya dalam rekrutmen, penempatan, dan promosi jabatan.

3.      Mengikutsertakan seluruh pekerja, di mana perusahaan menjamin tidak ada diskriminasi dari level pekerja terendah hingga tertinggi dalam organisasi.

4.      Pengupahan yang menerapkan sistem transparansi gaji.

 

Recruitment Process

Proses rekrutmen meliputi beberapa poin penting, menurut Simamora (1997:221):

1.      Penyusunan Strategi untuk Merekrut

Di dalam penyusunan strategi ini, departemen sumber daya manusia bertanggung jawab didalam menentukan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan, bagaimana karyawan akan direkrut, di mana dan kapan.

2.      Pencarian Pelamar-pelamar Kerja

Setelah rencana dan strategi perekrutan disusun, aktivitas perekrutan sesungguhnya bisa berlangsung, melalui sumber-sumber perekrutan yang ada. Banyak atau sedikitnya pelamar dipengaruhi oleh usaha dari pihak perekrut di dalam menginformasikan lowongan, salah satunya adanya ikatan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan sumber-sumber perekrutan eksternal seperti sekolah, universitas.

3.      Penyisihan Pelamar-pelamar yang Tidak Cocok / Penyaringan

Setelah lamaran-lamaran diterima, haruslah disaring guna menyisihkan individu yang tidak memenuhi syarat berdasarkan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan. Di dalam proses ini memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung diskualifikasi karena alasan yang tidak tepat, sehingga di dalam proses ini dibutuhkan kecermatan dari pihak penyaring.

4.      Pembuatan Kumpulan Pelamar

Kelompok pelamar (applicant pool) terdiri atas individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak untuk posisi yang dibutuhkan.

 

Internal and External Recruiting

Internal Recruiting atau Rekrutmen Internal adalah proses rekrutmen dengan menggunakan atau mempromosikan orang-orang yang sudah bekerja dalam perusahaan. Beberapa keuntungan mengadakan rekrutmen internal :

a.       Rekrutmen internal tidak membutuhkan dana sebanyak rekrutmen eksternal. Hal ini karena Anda tidak perlu mempublikasikan secara luas tentang iklan rekrutmen yang sedang berjalan. Bahkan rekrutmen internal hanya menggunakan biaya 50% lebih sedikit daripada rekrutmen eksternal.

b.      Proses rekrutmen internal juga lebih cepat daripada rekrutmen eksternal karena Anda sudah mengetahui pribadi orang dalam perusahaan dan juga mengenali cara kerja mereka. Sehingga proses rekrutmen juga bisa berjalan lebih cepat.

c.       Rekrutmen internal juga mempunyai resiko rendah bila seseorang tidak bisa beradaptasi dengan pekerjaannya. Sehingga bisa dipastikan bila kandidat yang dipilih sudah bisa bekerja dengan baik.

d.      Melakukan rekrutmen internal juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan talenta karyawan dengan cara mempromosikan mereka pada posisi yang lebih tinggi.

Meskipun sekilas rekrutmen internal nampak bagus, namun proses rekrutmen ini juga tidak lepas dari kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah jika perusahaan mungkin mempunyai kandidat yang terbatas untuk skill yang dibutuhkan pada posisi tersebut. Misalnya dalam suatu perusahaan hanya ada 10 orang staff sehingga sangat mungkin bila tidak ada satupun dari mereka yang bisa mengisi posisi kosong. Selain itu, karyawan lama juga mungkin tidak membawa perubahan apapun pada perusahaan dan hanya bekerja seperti biasanya. Hal ini karena kurangnya perbedaan dalam perusahaan sehingga tidak ada ide baru yang muncul untuk memberikan perubahan positif pada perusahaan. Tidak jarang bila perubahan jabatan pada karyawan juga bisa menimbulkan pertikaian karena salah satu merasa lebih pantas untuk menduduki posisi tersebut.

External Recruiting atau Rekrutmen Eksternal adalah proses rekrutmen dimana Anda menggunakan jasa orang dari luar organisasi untuk melakukan proses rekrutmen. Rekrutmen eksternal ini mempunyai banyak kelebihan, seperti berikut ini:

a.       Memberikan kesempatan untuk menemukan kandidat dengan kemampuan, skill, dan pengalaman yang mampu mengembangkan perusahaan. Hal ini karena rekrutmen eksternal bisa menjangkau lebih banyak orang hingga lebih dari tiga juta orang yang membutuhkan pekerjaan dengan spesifikasi yang Anda butuhkan.

b.      Dengan jangkuan yang lebih luas, rekrutmen eksternal mendatangkan orang dengan kelompok usia dan latar belakang pendidikan yang berbeda.

c.       Rekrutmen eksternal juga bisa mendatangkan orang yang berasal dari kompetitor. Sehingga Anda bisa menggunakan karyawan untuk membuat perkembangan bisnis atau inovasi yang berbeda dari kompetitor.

d.      Lebih banyak orang dari luar yang bekerja untuk perusahaan bisa memberikan suntikan ide baru dan juga semangat yang baru.

Meskipun rekrutmen eksternal memberikan banyak manfaat, namun ternyata juga memberikan beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini beberapa pertimbangan dalam melaksanakan rekrutmen eksternal :

a.       Melakukan rekrutmen eksternal membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tidak jarang Anda harus menyewa tim marketing untuk membantu memasarkan iklan rekrutmen sehingga bisa menemukan kandidat yang tepat.

b.      Selain dari biaya, rekrutmen eskternal juga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses rekrutmennya. Hal ini termasuk dalam screening lamaran, melakukan serangkaian tes dan wawancara sebelum memilih kandidat yang dirasa sesuai.

c.       Meskipun sudah mendapatkan kandidat yang sesuai, kandidat tetap membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan suasana perusahaan sebelum akhirnya bisa bekerja dengan baik. Proses adaptasi dalam mempelajari hal-hal di perusahaan ini bisa memakan waktu cukup lama. Selain itu, bisa saja kandidat yang sudah diterima ternyata tidak bisa mengikuti irama perusahaan dan akhirnya memilih keluar. Sehingga Anda perlu mengadakan rekrutmen lagi untuk mendapatkan penggantinya.

 

Assessing Job Candidates

Assessment adalah sebuah alat bagi perusahaan untuk mengevaluasi kualitas kandidat sebelum berkomitmen dalam hubungan pekerjaan dengan mereka. Dalam mengukur kompetensi kandidat untuk melakukan pekerjaan, recruiter mencari dua hal yaitu kompetensi technical dan behavioral. Kompetensi technical (teknis) adalah hard skill, kemampuan, dan pengetahuan yang secara langsung berhubungan dengan tugas-tugas dalam pekerjaan itu sendiri (e.g. kemampuan menggunakan software, berbahasa, atau mengoperasi peralatan). Assessment yang mengukur kompetensi technical adalah sejenis ujian pada suatu topik, TOEFL, dan tugas spesifik lainnya.

Kompetensi behavioral (tingkah laku) adalah soft skill seperti sikap, kepribadian, dan gaya bekerja. Kompetensi ini tidak secara langsung terkait dengan tugas tertentu, namun terhubung secara universal pada kesesuaian dan performa kandidat, dan sangat penting dalam memprediksi tingkat kesuksesan kandidat. Contoh dari kompetensi behavioral adalah kepemimpinan, teamwork, pertahanan stres, dan cara menghadapi risiko. Assessment yang mengukur kompetensi behavior termasuk tes kepribadian, nilai kerja, budaya kerja, dan lainnya.

 

Teknik-teknik Penarikan yang Disentralisasikan

Teknik-teknik rekrutmen, baik di sektor publik maupun swasta dapat dilakukan melalui asas disentralisasikan atau didesentralisasikan, tergantung keadaan (besarnya) organisasi, kebutuhan dan jumlah calon pekerja yang hendak direkrut.

1.      Centralized Recruitment TechniqiueTeknik (Rekrutmen yang Disentralisasikan)

Jika instansi tersebut mempunyai beberapa ribu pekerja, dan jika departemen-departemen yang berbeda merekrut sejumlah besar pekerja juru ketik atau teknis bagi tipe kedudukan yang sama, rekrutmen yang disentralisasikan akan lebih sering dipakai karena lebih efisien biaya.

Jika rekrutmen disentralisasikan, instansi yang mengelola sumber daya manusia itu akan bertanggungjawab untuk meminta dari para manajer akan perkiraan-perkiraan periodik mengenai jumlah dan tipe pekerja-pekerja baru yang dibutuhkan di waktu akan datang.

2.      Decentralized Recruitment Techniqiue (Teknik Rekrutmen yang Didesentralisasikan)

Rekrutmen yang didesentralisasikan terjadi di instansi-instansi yang relatif kecil, kebutuhan-kebutuhan rekrutmen terbatas, dan dalam mana setiap instansi mempekerjakan berbagai tipe pekerja. Rekrutmen dengan cara ini selalu dipakai untuk posisi-posisi khas profesional, ilmiah, atau administratif bagi suatu instansi tertentu. Selama masa resesi, di mana permintaan akan pekerjaan-pekerjaan pemerintah meningkat tetapi lowongannya terbatas, maka penggunaan rekrutmen dengan cara ini lebih efektif.

 

 

 

 

 

Referensi

https://www.gadjian.com/blog/2020/03/19/apa-itu-equal-employment-opportunity-eeo/#:~:text=Di%20dalam%20dunia%20kerja%2C%20kebijakan,Equal%20Employment%20Opportunity%20(EEO).&text=EEO%20adalah%20prinsip%20kesetaraan%2C%20di,dalam%20bekerja%20dan%20mengembangkan%20karir.

https://irrineayu.wordpress.com/2015/03/22/rekrutmen-karyawan-definisi-tujuan-proses-dan-kendala-rekrutmen/

https://resources.urbanhire.com/rekrutmen-eksternal-vs-internal/#:~:text=Rekrutmen%20eksternal%20adalah%20proses%20rekrutmen,yang%20sudah%20bekerja%20dalam%20perusahaan.

https://www.dreamtalent.id/blog/mengapa-butuh-assessment-untuk-rekrutmen-20191210091826

https://pratiwiherawatiblogspot.blogspot.com/2019/10/penarikan-sdm.html

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerangka Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

AKUNTANSI, BIDANG AKUNTANSI, DAN LAPORAN KEUANGAN

Komparasi pencegahan korupsi pada negara Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia